Showing posts with label Karakter. Show all posts
Showing posts with label Karakter. Show all posts

Monday, July 3, 2017

5 Metode Penokohan dalam Cerita Fiksi

5 Metode Penokohan dalam Cerita Fiksi

Ada dua jenis penokohan atau karakterisasi: langsung dan tidak langsung. Penokohan langsung adalah penggambaran karakter yang dilakukan secara langsung dan ekpslisit kepada pembaca. Penokohan tidak langsung adalah penggambaran karakter yang menggunakan 5 metode berbeda untuk menjelaskan kepribadian karakter.

Berikut adalah 5 metode penokohan dalam penulisan cerita

Omongan sang tokoh

Kepribadian sang tokoh bisa dilihat dari kata-kata yang meluncur dari mulutnya. Kata-kata yang dipilih sang tokoh bisa menunjukkan kecerdasan atau kebodohannya, juga bisa menjelaskan latar pendidikannya. Lewat omongan sang tokoh bisa terlihat apakah dia pribadi yang santai, serius, atau mudah gugup. Jika omongannya terdengar ragu-ragu, dia mungkin sedang malu atau sedang tidak yakin terhadap sesuatu. Kita bisa menilai kepribadian seseorang dari cara bagaimana dia berkomunikasi.

Pikiran sang tokoh

Dalam cerita fiksi, para pembaca bisa melihat ke dalam pikiran-pikiran sang tokoh cerita. Ketika kita mengetahui pikiran sang tokoh, kita bisa melihat kepribadian dirinya dan bagaimana cara dia melihat dunia. Melalui pikiran sang tokoh, kita bisa tahu apakah dia adalah seseorang yang rasional atau irasional, percaya diri atau minderan, bahagia atau sedih, pendendam atau pemaaf, dan lain sebagainya.

Hubungan sang tokoh dengan tokoh yang lain

Bagaimana sang tokoh memengaruhi orang lain? Bagaimana reaksi orang-orang itu terhadap sang tokoh? Jawaban atas kedua pertanyaan ini menunjukkan kualitas kepribadian sang tokoh. Dari sana kita bisa tahu bagaiamana sang tokoh menangani dirinya sebagai makhluk sosial, bagaimana hubungan dirinya dengan yang lain. Apakah sang tokoh itu membuat orang lain merasa senang, bahagia, nyaman, atau risih, jijik, takut, dan marah?

Tindakan sang tokoh

Tindakan dan perilaku sang tokoh menunjukkan kepribadian dirinya. Bagaimana tindakan dan perilaku sang tokoh ketika sedang berinteraksi secara fisik dengan orang lain. Tindakan atau perilaku yang ditunjukkan sang tokoh adalah hasil dari apa yang dia rasakan di dalam dirinya. Apakah dia tipe orang yang agresif, tenang, pemberani, penakut, teledor, atau impulsif?

Penampilan sang tokoh

Penampilan sang tokoh bisa menunjukkan kepribadian dirinya. Gaun sang tokoh atau kaos oblong sang tokoh adalah sarana untuk menampilkan kepribadiannya. Jika sang tokoh sering mengenakan pakaian yang mahal, itu bisa menunjukkan latar pendidikan dan kekayaannya, sebaliknya jika sang tokoh mengenakan pakaian yang rombeng bisa menunjukkan latar kehidupannya.

Begitulah 5 metode penokohan dalam cerita fiksi. Sekarang, ayo ciptakan tokoh ceritamu sendiri![Fiksiplus.com]

Friday, May 19, 2017

5 Cara Kreatif Memilih Nama yang Tepat untuk Karakter Fiksimu


Nama adalah identitas paling penting yang harus dimiliki seseorang. "Siapa namamu?" adalah pertanyaan pertama ketika kita berkenalan. Nama adalah pintu masuk pertama untuk memahami seseorang.

Karena itulah setiap penulis fiksi terkadang merasa pusing ketika harus memberikan nama untuk karakter fiksinya. Mereka tidak ingin memilih nama yang asal-asalan. Mereka ingin memilih nama yang tepat. Dan, ternyata, memilih nama yang tepat untuk karakter itu tidaklah mudah.

Ya, selain harus berpikir tentang tema, plot, konflik, dan sebagainya, setiap penulis juga harus berpikir tentang nama yang harus diberikan kepada karakter ciptaannya. Malah, terkadang proses memilih nama ini membutuhkan waktu yang lebih banyak ketimbang memikirkan hal yang lain.

Berikut adalah 5 cara kreatif memilih nama yang tepat untuk karakter fiksimu.

1. Kombinasi Nama Penulis Terkenal

Cara ini bisa dibilang cukup menyenangkan, sebab kamu hanya perlu membuat daftar nama-nama penulis terkenal. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah melakukan kombinasi nama. Misal nama penulisnya adalah Dee Lestari dan Asma Nadia, nama karaktermu akan menjadi: Nadia Lestari. Atau misal nama penulisnya adalah Raditya Dika dan Pramoedya Ananta Toer, nama karaktermu akan menjadi: Dika Pramudia. Bagus, kan?

2. Kombinasi Nama Artis Terkenal

Sama seperti cara di atas, hanya saja ini adalah nama artis terkenal. Misal nama artisnya adalah Maudy Ayunda dan Dian Sastrowardoyo, nama karaktermu akan menjadi: Dian Ayunda. Misal nama artisnya adalah Raffi Ahmad dan Aliando Syarief, nama karaktermu akan menjadi: Raffi Aliando. Cocok banget, kan?

3. Pilih dan Susun Huruf dari Nama Tempat

Ini adalah cara yang lumayan asyik juga, sih. Misal nama tempatnya adalah J-A-G-A-K-A-R-S-A, setelah kita pilih beberapa huruf dan disusun secara acak kita akan mendapat beberapa nama yang lumayan unik: Saka, Aksa, Raka, Arka, Arja, Arga, Arsa, Rajka, dan lain sebagainya. Jangan takut kalau nama yang kita pilih tidak memiliki makna, sebab nama-nama seperti Budi, Rio, Rina, Santi, Susan, dan Tio pun tidak memiliki makna. Iya, kan?

4. Pinjam Nama yang Tertulis di Batu Nisan

Kalau yang ini memang agak horor juga, ya. Hehehe. Tapi enggak horor-horor banget kok kalau kita ke kuburannya siang hari plus beramai-ramai. Soalnya, kita pasti pernah dong ke tempat pemakaman umum, entah itu pas ikut acara pemakaman, atau mengujungi kuburan kerabat menjelang hari raya. Nah, perhatikan deh nama-nama yang tertulis di batu nisan yang ada di sana. Kalau ada yang menarik, catet nama-nama itu. Lagi pula, kalau cara ini kita pakai, ketika novel kita terbit dan terkenal, kan asyik tuh kalau ada yang nanya dari mana nama karakter itu berasal. Kita tinggal jawab, "Dari kuburan!" Hahaha. Unik, kan?

 5. Pakai Nama yang Terdapat di Akun Media Sosial

Sekarang zamannya media sosial. Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Pengguna media sosial di Indonesia ada banyak banget. Itu artinya ada banyak nama yang bisa kita ambil secara cuma-cuma. Hehehe. Kalau bisa ambil nama yang bukan dari lingkaran pertemanan kita. Soalnya nanti kita dikenain pajak traktiran. Kan enggak seru. Kita cari saja nama-nama dari temennya temennya temennya temen. Cari yang oke. Kalau perlu kombinasikan dengan nama temennya temennya temennya temen yang lain. Gitu. Patut dicoba, kan?

Sekian. Semoga bermanfaat, ya.[Fiksiplus.com]

Wednesday, May 17, 2017

100 Pertanyaan untuk Mewawancarai Karakter Fiksi Kamu


Karakter adalah salah satu unsur paling penting dalam karya fiksi. Keberadaannya sangat menentukan sebuah cerita. Tanpa karakter bisa dipastikan ceritanya tidak akan berjalan dengan baik. Setiap cerita selalu berkaitan dengan karakter.

Coba sebutkan novel-novel terkenal, baik yang laku di pasaran atau pemenang nobel, pasti novel-novel itu memiliki karakter fiksi yang sangat kuat. Harry Potter-nya J.K. Rowling, Minke-nya Pramoedya Ananta Toer, Poirot-nya Agatha Christie, Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle, Rafilus-nya Budi Darma, dan lain sebagainya. Semua karakter-karakter itu begitu hidup seolah-olah mereka adalah manusia berdaging dan bertulang, seperti manusia sungguhan.

Tentu saja untuk menciptakan karakter yang kuat dan menarik itu tidak gampang. Butuh latihan terus-menerus. Nah, salah satu cara untuk memperkuat karakter adalah dengan wawancara. Dengan metode wawancara itulah karakter yang kita buat akan semakin kuat.

Berikut adalah 100 pertanyaan untuk mewawancarai karakter fiksi kamu!

Bagian 1: Dasar

1. Siapa nama lengkapmu?
2. Di mana dan kapan kamu lahir?
3. Siapa orangtuamu? (Nama mereka, pekerjaan, sifat, dsb.)
4. Kamu memiliki saudara kandung? Mereka seperti apa?
5. Di mana kamu tinggal sekarang? Dengan siapa? Jelaskan tempatnya dan orang itu.
6. Apa pekerjaanmu?
7. Tulis desktipsi lengkap mengenai sosokmu. Kamu mungkin ingin memikirkan perihal: tinggi, berat, suku, wajah, warna rambut dan mata, gaya berpakaian, memiliki tato, bekas luka, atau tanda menjijikkan lainnya.
8. Dari strata sosial apa kamu berasal?
9. Kamu punya alergi, penyakit, atau kelemahan fisik lainnya?
10. Kamu menggunakan tangan kanan atau kidal?
11. Seperti apa suaramu terdengar?
12. Apa kata atau kalimat yang sering kamu ucapkan?
13. Apa yang kamu simpan di dalam kantungmu?
14. Apa kamu mempunyai tabiat, sikap buruk, kebiasaan menyebalkan, atau hal lain yang menjelaskan mengenai katakteristik?

Bagian 2: Tumbuh Dewasa

15. Bagaimana kamu menjelaskan masa kecilmu secara umum?
16. Apa ingatanmu yang paling awal?
17. Bagaimana pendidikan yang kamu terima?
18. Apa kamu menikmati sekolah?
19. Di mana kamu mempelajari sebagian besar keahlian atau kemampuanmu yang lain?
20. Saat tumbuh, apa kamu memiliki sosok yang kamu idolakan? Bila ada, deskripsikan sosok idolamu itu.
21. Saat tumbuh, bagaimana kamu berhubungan dengan anggota keluargamu?
22. Sebagai anak-anak, kamu ingin menjadi apa saat dewasa nanti?
23. Sebagai anak-anak, kegiatan apa yang paling kamu sukai?
24. Sebagai anak-anak, pribadi seperti apa yang kamu tunjukkan?
25. Sebagai anak-anak, apa kamu terkenal? Siapa saja temanmu, mereka seperti apa?
26. Kapan dan dengan siapa kamu mendapatkan ciuman pertamamu?
27. Apa kamu masih ‘perawan’? Bila tidak, kapan dan dengan siapa kamu kehilangan kesucian itu?
28. Bila kamu adalah seorang supernatural (contohnya: penyihir, manusia serigala, vampir), ceritakan bagaimana kamu menjadi seperti itu atau kemampuan pertama yang kamu pelajari. Bila kamu hanya manusia biasa, deskripsikan apa yang terjadi di masa lalumu dan yang membuatmu menjadi kamu yang sekarang.

Bagian 3: Pengaruh Masa Lalu.

29. Apa yang kamu anggap sebagai kejadian yang paling penting selama ini?
30. Siapa yang paling berpengaruh untukmu?
31. Keberhasilan apa yang paling hebat untukmu?
32. Apa penyesalan terberatmu?
33. Perbuatan buruk apa yang pernah kamu lakukan?
34. Apa kamu mempunyai catatan kejahatan dalam segala hal?
35. Kapan saat yang paling kamu takuti?
36. Kejadian paling memalukan apa yang pernah menimpamu?
37. Bila kamu bisa mengubah sesuatu dari masa lalumu, apa yang ingin kamu ubah dan mengapa?
38. Apa kenangan terbaikmu?
39. Apa kenangan terburukmu?

Bagian 4: Kepercayaan dan Opini.

40. Pada dasarnya kamu optimis atau pesimis?
41. Apa ketakutan terbesarmu?
42. Pandangan agama apa yang kamu anut?
43. Pandangan politik apa yang kamu anut?
44. Bagaimana pandanganmu mengenai sex?
45. Kamu bisa membunuh? Dalam keadaan apa membunuh menjadi hal yang bisa diterima dan tidak bisa diterima?
46. Menurut opinimu, perbuatan jahat apa yang bisa dilakukan manusia?
47. Kamu percaya akan kebaradaan belahan jiwa dan/atau cinta sejati?
48. Apa yang membuat kamu percaya untuk mencapai kesuksesan hidup?
49. Seberapa jujur kamu terhadpa pemikiran dan perasaanmu (contohnya: kamu menyembunyikan dirimu yang sebenarnya dari orang lain, dan dengan cara apa)?
50. Apa kamu memiliki pandangan lain?
51. Apa ada sesuatu yang secara pasti akan kamu tolak dalam keadaan apa pun? Kenapa kamu menolak melakukannya?
52. Siapa atau apa, apa pun, kamu bersedia mati (atau benar-benar sangat bersedia untuk mati)?

Bagian 5: Hubungan dengan Orang Lain.

53. Secara umum, bagaimana kamu memperlakukan orang lain (sopan, kasar, membuat jarak, dst)? Apa sikapmu dengan mereka berubah tergantung pada seberapa jauh kamu mengenalnya, bila ya, bagaimana?
54. Siapa orang yang paling penting dalam hidupmu, kenapa?
55. Siapa orang yang paling kamu hormati, kenapa?
56. Siapa temanmu? Apa kamu memiliki sahabat? Deskripsikan.
57. Apa kamu memiliki pasangan, atau yang mendekati itu? Bila ya, deskripsikan.
58. Apa kamu pernah jatuh cinta? Bila ya, deskripsikan apa yang terjadi.
59. Apa yang kamu lihat dari calon kekasihmu?
60. Seberapa dekat kamu dengan keluargamu?
61. Apa kamu sudah membangun keluargamu sendiri? Bila ya, deskripsikan. Bila tidak, apa kamu ingin membangunnya? Kenapa tidak?
62. Siapa yang akan kamu temui bila kamu benar-benar membutuhkan bantuan?
63. Apa kamu mempercayai seseorang untuk melindungimu? Siapa, dan kenapa?
64. Bila kau meninggal atau hilang, siapa yang akan kehilanganmu?
65. Siapa yang paling membencimu, mengapa?
66. Apa kamu biasa adu mulut dengan orang-orang, atau kamu menghindari pertikaian?
67. Apa kamu biasa mengambil posisi pemimpin dalam keadaan sosial?
68. Apa kamu senang berinteraksi dengan banyak orang? Kenapa dan kenapa tidak?
69. Apa kamu memedulikan apa yang orang lain pikirkan mengenaimu?

Bagian 6: Disukai dan Tidak Disukai.

70. Apa hobimu?
71. Apa harta yang paling berharga yang kamu miliki?
72. Apa warna kesukaanmu?
73. Apa makanan kesukaanmu?
74. Apa, apa pun itu, kamu suka membaca?
75. Apa pendapatmu mengenai hiburan yang hebat (musik, film, lukisan, dsb)?
76. Apa kamu merokok, mabuk-mabukan, atau menggunakan obat? Bila ya, mengapa? Kamu ingin berhenti?
77. Bagaimana kamu menghabiskan malam minggumu?
78. Apa yang membuatmu tertawa?
79. Apa, apa pun itu, yang membuatmu terkejut dan menyinggungmu?
80. Apa yang kamu lakukan bila kamu terkena insomnia dan harus menemukan sesuatu yang menarik perhatianmu?
81. Bagaimana kamu menyingkapi stres?
82. Apa kamu mengikuti insting, atau kamu selalu membutuhkan rencana?
83. Apa hewan peliharaaanmu?

Bagian 7: Gambaran Diri dan sebagainya.

84. Deskripsikan rutinitasmu di hari biasa. Apa persaanmu bila rutinitasmu terganggu?
85. Apa kekuatan terbesarmu sebagai seseorang?
86. Apa kelemahan terbesarmu?
87. Bila kamu bisa mengubah sesuatu mengenai dirimu, apa yang akan kamu ubah?
88. Secara umum kamu termasuk introvert atau ekstovert?
89. Secara umum kamu tertata atau berantakan?
90. Sebutkan 3 hal yang menurutmu cukup baik kamu lakukan, dan 3 hal yang menurutmu cukup buruk untuk kamu lakukan.
91. Apa kamu menyukai dirimu sendiri?
92. Apa alasanmu berpetualang (atau melakukan hal aneh dan heroik yang dilakukan tokoh RPG)? Apa ada alasan khusus untuk melakukan hal yang berbeda dengan apa yang kamu katakan pada umum? (bila ya, jelaskan dua hal itu dengan alasan…)
93. Apa tujuan yang harus kamu capai dalam sisa kehidupanmu?
94. Di mana kamu melihat dirimu 5 tahun mendatang?
95. Bila kamu bisa memilih, bagaimana kamu akan mati?
96. Bila kamu tahu kamu akan meninggal dalam waktu 24 jam, sebutkan 3 hal yang akan kamu lakukan di sisa waktumu.
97. Apa satu hal paling penting darimu yang ingin dikenang setelah kematianmu?
98. Apa tiga kata yang bisa menggambarkan pribadimu?
99. Apa tiga kata yang biasa digunakan oleh orang lain untuk menggambarkanmu?
100. Bila kamu bisa, masukkan apa yang akan kamu, penulis, berikan kepada tokohmu? (Kamu mungkin mau berbicara seolah-olah dia duduk di sampingmu, dan menggunakan nada yang seharusnya agar ia mendengarkan masukkanmu.)[Fiksiplus.com]




(Sumber ilustrasi: Freepik)

Saturday, May 6, 2017

Tips Menulis Novel: 8 Langkah Mudah untuk Pemula


Menulis novel adalah ambisi sebagian besar penulis fiksi. Seolah-olah jika seorang penulis fiksi berhasil menulis novel, dia sudah resmi menjadi penulis. Ya, menulis novel telah dianggap sebagai sebuah keberhasilan bagi setiap penulis.

Namun, sebagian besar orang tahu bahwa menulis novel itu tidak gampang. Banyak penulis yang merasa kesulitan setiap kali mencoba menulis novel. Sebab, jika diibaratkan sebagai olahraga lari, menulis novel adalah jenis lari maraton. Butuh proses panjang dan melelahkan.

Itu sebabnya, untuk mengatasi kesulitan itu akhirnya banyak penulis yang mencari tips-tips menulis novel.

Berikut Fiksiplus hadirkan tips menulis novel: 8 langkah mudah untuk pemula.

Selamat menyimak!

Tips menulis novel #1: tulislah Novel yang sangat ingin kamu baca.

Toni Morrison pernah bilang begini, "Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku itu belum ditulis, berarti kamulah yang harus menuliskannya."

Ya, tulislah novel yang paling ingin kamu baca. Tulislah sebuah cerita yang benar-benar membuat kamu semangat untuk menuliskannya. Jangan dulu berpikir apakah orang lain akan menyukainya atau tidak. Sebab hal itu akan mempersulit diri kamu sendiri.

Tips menulis novel #2: mulailah dengan karakter

Setelah kamu tahu cerita seperti apa yang akan kamu tulis untuk novelmu, langkah selanjutnya adalah ciptakan karakter fiksimu. Ciptakan karakter yang benar-benar hidup, karakter yang akan membuatmu berempati kepadanya. Berikan dia napas, berikan dia suara, berikan dia tubuh, berikan dia ruh.

Tips menulis novel #3: berikan tujuan untuk karaktermu

Karakter fiksi yang baik adalah karakter yang memiliki keinginan dan tujuan. Entah keinginan untuk membalas dendam, menyelamatkan keluarga dari bencana alam, mendapatkan cinta dari pasangan, mencuri benda berharga di rumah seseorang, dan lain sebagainya.

Tips menulis novel #4: berikan masalah untuk karaktermu

Setelah tahu karaktermu ingin apa, jangan beri dia kemudahan ketika dia ingin mencapainya. Berikan dia masalah. Kalau perlu, masalah yang cukup berat. Berikan dia tantangan. Berikan dia pelajaran bahwa hidup itu tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras.

Tips menulis novel #5: susun plot ceritamu

Setelah kamu tahu tujuan dan masalah-masalah apa saja yang akan dihadapi oleh karaktermu, susunlah plot yang akan membuat alur ceritamu enak dibaca. Buatlah plot yang standar dulu, seperti awal, tengah, akhir. Bagian awal cerita adalah untuk memperkenalkan tujuan dan masalah yang akan dihadapi oleh sang karakter. Bagian tengah cerita adalah tentang bagaimana sang karakter mencoba mengatasi masalah-masalah tersebut. Bagian akhir cerita adalah tentang bagaimana sang karakter akhirnya berhasil melewati masalah-masalahnya.

Tips menulis novel #6: ciptakan karakter antagonis

Karakter antagonis berfungsi untuk menjadi penghalang atau penghambat bagi sang karakter utama (protagonis). Tentu saja antagonis di sini bukan berarti harus jahat. Intinya, dia hadir untuk membuat karakter utama merasa kesulitan ketika ingin mencapai tujuannya.

Tips menulis novel #7: selesaikan draf pertamamu

Kamu sudah memiliki semua hal yang kamu perlukan dalam menulis novel. Sekarang tugasmu adalah menulis draf pertamamu sampai selesai. Jangan berpikir soal editing atau revisi terlebih dahulu. Di langkah ini tugasmu hanyalah menyelesaikan tulisan, bukan mengedit atau merevisi. Intinya, tulis sampai selesai. Titik.

Tips menulis novel #8: revisi draft pertamamu

Nah, setelah draf pertamamu selesai, sekarang adalah saatnya mengedit atau merevisi. Draf pertama harus direvisi. Tidak bisa tidak. Tidak ada tulisan bagus yang ditulis sekali jadi. Kamu bisa meminta saran dari teman-temanmu, kira-kira apa saja yang harus direvisi. Revisilah sampai berdarah-darah. Revisilah dengan sepenuh jiwa. Agar hasilnya bisa maksimal.

Sekian.

Begitulah tips menulis novel yang bisa kamu coba. Mudah-mudahan bermanfaat.[Fiksiplus.com]

(Sumber ilustrasi: Freepik)

Lima Unsur dalam Fiksi yang Mesti Kita Tahu


Dunia fiksi adalah dunia kebebasan tanpa batas. Kita bisa pergi ke mana saja, melanglang buana semau kita, menghentikan waktu dan menjalankannya kembali, semua itu bisa kita lakukan kapan saja. Kita juga bisa menciptakan makhluk-makhluk aneh yang belum sempat tuhan ciptakan, membangun sebuah pulau yang tak pernah tercatat dalam sejarah, mematikan tokoh protagonis, memberi penghargaan kepada tokoh antagonis, membalik segalanya, merusak segalanya, mendekonstruksi realita sehari-hari dengan imajinasi. Ya, dengan menulis fiksi, kita bisa melakukan apa saja.

Namun, kita juga mesti tahu, bahwa sebebas apa pun kita menulis fiksi, ada beberapa panduan yang mesti kita ikuti.

Penulisan fiksi yang bagus sekiranya harus memiliki lima unsur. Kesemua unsur tersebut adalah bahan paling penting untuk kita gunakan dalam membuat cerita fiksi yang memikat, indah, menawan, memukau, sehingga membuat pembaca begitu betah berlama-lama membaca cerita kita.
Kelima unsur penting itu adalah sebagai berikut:

  • Karakter
  • Plot/Alur
  • Seting/Latar
  • Tema
  • Style/Gaya

Jika kelima unsur di atas terjalin mulus dan terpilin dengan begitu rapi, kita akan bisa membuat cerita fiksi yang—katakanlah—berhasil.

So, here we go!

KARAKTER

Kebanyakan orang merasa bahwa karakterisasi adalah unsur paling penting dalam naskah fiksi. Penggambaran karakter yang kuat bisa membuat pembaca merasa memiliki hubungan emosional dengan tokoh karakter yang kita karang itu. Karakter yang kuat di sini maksudnya bukan berarti harus berbadan six pack seperti model iklan L-Men, melainkan karakter itu memiliki keunikan, tidak stereotip, dan mampu membuat pembaca berfikir bahwa karakter tokoh karangan kita itu benar-benar ada di dunia nyata. Cerita fiksi tanpa adanya karakterisasi atau penokohan, adalah cerita yang bisa dikatakan sangat tidak menarik.

PLOT/ALUR

Plot juga merupakan unsur yang penting dalam cerita fiksi, yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Plot tidak bisa disamakan dengan jalan cerita, tapi lebih kepada hubungan sebab-akibat. Cerita seperti: “Saya bangun tidur, melamun sebentar, kemudian beranjak mendekati jendela.” Ini namanya jalan cerita, bukan plot. Jika cerita itu diubah seperti ini: “Saya bangun tidur dan merasa tenggorokan saya kering, Dengan langkah perlahan saya langsung menuju kulkas.” Inilah yang dinamakan plot. Ada hubungan sebab-akibat di dalam cerita itu. Itu hanya contoh sederhananya. Jadi di sini sudah jelas betapa pentingnya plot dalam cerita fiksi. Plot yang baik dapat menggugah rasa ingin tahu pembaca akan kelanjutan cerita kita.

SETING/LATAR

Seting adalah informasi yang menggambarkan waktu dan tempat dalam sebuah cerita fiksi. Kapan cerita itu terjadi dan di mana kisah itu berlangsung. Hal ini penting sekali, sebab dengan adanya seting, pembaca bisa lebih menghayati cerita fiksi yang kita buat itu. Dengan seting (tempat dan waktu) kita juga bisa menciptakan karakter tokoh dengan baik, dan dari seting kita juga bisa menentukan konflik demi mendapatkan emosi pembaca. Seting yang baik bukanlah cuma dijadikan sebagai latar belakang sebuah cerita fiksi saja, melainkan juga merupakan satu kesatuan dari cerita. Saling berkesinambungan.

TEMA

Tema adalah inti dari apa yang sebenarnya ingin kita ceritakan. Atau, bisa juga disebut sebagai ide pokok dari rangkaian cerita fiksi yang ingin kita tuliskan. Kita akan kesulitan menulis jika kita belum memiliki tema. Dengan tema yang menarik, pembaca akan antusias dengan tulisan kita. Jadi, jika kita ingin menulis, tentukan tema sekarang juga.

STYLE / GAYA

Apabila kita ingin menulis tentang tema yang—katakanlah—sudah klise, misalnya kisah tentang pertaubatan seorang pendosa, kita tetap bisa membuat cerita itu menjadi menarik.

"Lho, kok bisa?"
"Ya bisa, dong!"
"Bagaimana caranya?"
"Gampang!"
"Gampang bagaimana? Kasih tahu, dong!”
"Sabar, dong!"
"Aduuuh... bikin penasaran aja, deh!"
"Hehehe... gampang. Jawabannya adalah dengan gaya tulisan kamu!"

Ya, dalam menulis cerita fiksi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat cerita fiksi kita menjadi menarik, salah satunya adalah: gaya menulis. Mungkin kita bisa menulis cerita dengan menggunakan gaya punggung... eh, ini mah renang! Maaf, maksud saya, kita bisa menulis cerita dengan berbagai macam gaya. Komponen-komponen dalam gaya bisa berupa sudut pandang yang unik, narasi yang aduhai, rima yang memesona, ending yang mengejutkan, dan lain sebagainya. Tapi, kita mesti ingat, jangan terlalu sering bermain-main dengan gaya, sebab takutnya kita malah dianggap sebagai badut atraksi kata-kata. Gaya hanyalah salah satu hal yang dapat membantu menjadikan cerita fiksi kita menjadi semakin memukau.

KESIMPULAN

Apa sih pentingnya kita memahami unsur-unsur fiksi tersebut? Bukankah lebih baik kita duduk di depan komputer dan mulai menulis, lantas biarkan energi kreativitas kita yang akan melakukan hal tersebut?

Hmm... Sebenarnya dengan kita paham dan akrab dengan unsur-unsur fiksi tersebut, itu akan menguntungkan kita sebagai seorang penulis. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Mengetahui semua unsur-unsur ini akan memudahkan kita untuk berbicara dengan cerdas mengenai menulis fiksi.
  • Kita akan dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih mudah.
  • Memahami unsur-unsur ini akan memberikan kita perspektif baru sebagai pembaca fiksi.
  • Jika unsur-unsur cerita fiksi adalah bahan bangunan, maka kita harus tahu apa yang harus kita kerjakan selanjutnya.

Ya, kamu mungkin bisa saja cuma duduk dan langsung menulis dengan kreativitas yang—katakanlah—masih mentah, dan bisa jadi hasil tulisan itu akan menjadi tulisan yang baik. Namun, semakin kamu memahami unsur-unsur di atas tadi, semakin lengkaplah kamu untuk menjadi seorang penulis fiksi yang baik. Semoga bermanfaat![]